Tentang bagaimana cara adam-hawa meminta.
Kepada Tuhan yang (hanya) satu.
Saat mereka masih (hanya) berdua.
Bersujud sepertiku kah?
atau Berlutut sepertimu kah?
Lalu mengapa kita, (yang hanya) anak mereka harus memisahkan hati atas nama berbeda?
Berbeda cara meminta.
Bukankah kita sama-sama mencintai dan meminta kepada yang Maha Satu?
Hanya saja kita diperkenalkan padaNya dengan nama berbeda.
Bukankah seharusnya
walaupun dengan cara berbeda dan penyebutan Tuhan berbeda.
Bukan menjadi alasan kau untuk pergi.
Dan menjadi alasan aku berlutut; memintamu tetap tinggal.
Lalu kemudian kembali bersujud memintamu kembali.
banjarmasin, 18 mei 2012
Tidak ada komentar:
Posting Komentar