13 Jun 2012

have you ever?

~ maybe you don't miss me like I miss you but I don't know why today you don't love me like I love You  ~

Pernahkah kamu merasa sedih begitu dalam
hingga bahkan membuat mu tidak bisa bernafas?
Aku pernah.
Saat ku merindukanmu.

Pernahkah kamu merasakan rongga dadamu dipenuhi udara
tapi kau bahkan tak sanggup menghirup-hembuskan nafas
hingga udara itu menyesakkan dada mu?
Aku pernah.
Saat ku merindukanmu.

Dan taukah kamu?
Celakanya rindu padamu sudah tercampur di udara yang ku hirup.
Bagaimana bisa? Aku pun tidak begitu mengerti.
Yang ku tau aku rindu dan ku nikmati.

~there is someone on and on tell about you and those memories keep spreading on my mind tells a story about you, The girl who never understand what's in your fuckin` head ~

Pernahkah kamu merasa begitu kosong.
Iya kosong, tak satu-apapun ada.
Bukan, bukan tak ada satu-apapun.
Mungkin ada hampa.
Nah, pernahkah kamu merasakan hampa yang menyesakkan?
Seperti ingin mendelesak keluar dan mencekik lehermu?
Aku pernah.
Ketika restu bumi tak lagi untuk kita.
Oh, bagaimana bisa aku menyebut kita?
Baiklah ku perbaiki menjadi aku-kau.
Ketika menyadari bahwa tak ada lagi kau dalam kita.
Hanya ada aku.
Berpelukan dengan sunyi di sudut rindu.

~ fuckyou what you have done to me, fuckyou I can't hate you, fuckyou for this feeling, fuckyou why i am still lovin` you ~

Aku melankolis? Ya.
Aku drama? Iya sering kali.
Tapi tenanglah kau, aku masih sanggup bertahan tak mati terbunuh sepi.
Aku di sini menikmati sunyi yang beramai-ramai mendoakanmu.
Meskipun ingin sekali bilang "Aku tak akan menyerah, untuk kita"
Tapi bagaimana bisa ketika jangankan berjuang, kau bahkan tak tinggal untuk sekedar bertahan.

Ah, apa lagi tadi?
Aku (masih saja) menyalahkan mu?
Maaf.
Aku memang terus saja menyalahkan kau, dan (si)apapun yang ada saat itu.
Sampai sekarang-pun.
Bukan benci, aku hanya merasa satu-satunya orang yang berjuang, dan bertahan dalam ketiadaanmu.
Yasudahlah, sepertinya cukup.

Dan pernahkah kamu merasakan bagaimana rasanya memelihara rasa yang sebenarnya sudah lama kadaluarsa?
Kamu tau bagaimana rasanya?
Aku pernah, sedang, dan masih.
Ini bukan perkara aku tak ma(mp)u melupakanmu.
Aku hanya terlampau merindumu. Sungguh. Sangat.

take care you there, dear.
I love you, on my all-own way.

-Banjarmasin (kantor LPJKD Kalsel), 13 Juni 2012 10.27AM saat sedang mendengarkan Letters to none milik Bagustian -






Tidak ada komentar: