mutlak meninggalkan rasa pahit, namun mengandung candu.
Sudah lama kugilai,
sampai akhirnya coba berhenti kusesap,
sebab takut membuat perih di lambungku sendiri.
Tapi entah, candu macam apa yang Tuhan ciptakan hingga kamu tak ma(mp)u kuhindari.
Dan aku, hanya menjadi serupa bibir, tak sanggup berhenti menyesapmu hingga tetes paling akhir.
Hingga tandas, tak bersisa di dalam cangkir.
Sampai akhirnya, rasa sakit di lambungku kembali.
Lalu mati rasa.
Sekali lagi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar