sumber foto : favim.com
Sedih berwujud buih dari kafein beraroma kayumanis, belum juga tersesap habis. Ini sudah menjelang malam dan aku harus pulang. Lantas, tergesa kuhirup isi gelas begitu saja saat panas, hingga tandas. Menyeret kaki keluar dari kedai yang kudatangi sendirian. Gontai.
Sementara di sana, kau masih saja membatu dengan diammu yang beku. Pertengkaran di tengah rindu yang belum juga tuntas, tak pernah mampu disederhanakan. Menunggu bagaimana akan terselesaikan; pelukan tanda saling, atau menyerah sebab tak terbalas. Melelahkan.
Setelahnya, selalu ada jeda. Seperti sekarang ini. Membuat jengah. Aku selalu saja gagal faham mengenai jeda dalam cinta. Tak cukupkah bentangan jarak membuat rindu nyaman pada tempatnya (?) Entah.
annisayus - 8.14 PM - Titon’s coffee banjarmasin

Tidak ada komentar:
Posting Komentar