19 Sep 2011

dan seperti ini..

I thought this would be the end of my life
When you told me you're no longer in love with me
I thought the sun would never rise again
When you told me everything was over

You make me feel like I was the only girl that you adore 
And gave me the sweetest kisses
You showed me how to love unselfishly
And even though there's no love left for me
I just want you to know that I'm missing you

CAUSE MY WORLD IS FULL WITH YOU
AND  MY LOVE IS FULL WITH YOU       

And even though we're not together once again
And I found emptiness living without you
It feels so hard to let you go

14 Sep 2011

Dear You...

Berawal di sini, saat aku sebenarnya sudah bisa tau bahwa cepat atau lambat akan ada akhir di cerita ini.. Tawaran untuk tidak lebih jauh melangkah sudah pernah ku beri, walaupun sebenarnya aku ingin..
Ya, dia tau aku mau dan dia menolak tawaran itu..
Dia terus mengisi hari ku, Dia mem”bidadari”kan Ku dan aku terbiasa dgn itu semua..
Saat itu, dia pelindungku, dia itu teduh ku, dia itu hangat ku, dia itu raja ku, dia itu hari ku..
Dia yakinkan aku bahwa semuanya akan baik-baik saja..
He tell me we won’t get happy ending because we’re never ending..
He will fight for us..
He will leave his live before to reach our live, me and him at the same..
Ketakutan terbesarnya saat itu adalah kehilangan ku..
Bahkan tak jarang Dia menangis karna itu..
Ya,, dia yang tangguh menangis untuk ku, karena ku..
Selalu ada penyesalan karena itu..
Sampai pada saat di mana aku, kami melupakan resiko..
Aku, kami meyakini yg kami ga tau pasti fakta yang belakangan kami rasakan buktinya..
Bahwa kami berbeda dan tidak akan bisa sama..


Dan keadaan mulai kacau, entah bermula dari mana..
Hari-hari terasa berat, tak ada lagi hangat..
Aman tak ku dapat nyaman tak ku rasa..
Dan saat itupun aku masih membangkang karna rasa ku yg memerintahkan seperti itu..
Ya, aku tak siap atas resiko yg sudah ku tau pasti sebelumnya..
Aku yg memaksamu untuk tetap tinggal sementara kata mu, kamu sangat tertekan..


Di tengah kekacauan Aku berusaha berbicara pada Tuhan ku yg ku yakini Maha pemberi yg Terbaik itu, saat itu aku lebih banyak meminta padaNya..
Aku masih mencoba naif, aku sok bijak bilang “ Ya Allah jika dia baik untuk Ku permudah jalan Kami, tp jika menurut Mu Aku bukan untukNya jauhkan dia dan buang cinta Ku untuk Nya”
Aku selalu bisa sedikit lebih tenang saat sajadahku terbentang, dan saat sajadah ku terlipat kembali, aku merasa didekatkan dengannya, Cintaku..
Dia menangis dengan ku, dia memeluk ku, tak membiarkan ku sendiri.. 
*belakangan kenyataan kembali memaksaku menyadari bahwa itu ternyata hanya perasaan ku saja*
Ternyata pertahanannya hanya berlangsung sebentar dan dia menghilang..
Bukankah sebelum ini dia yg tak bisa tak ada aku? Dia yg mencariku jika aku terlambat memulai hari kami... Aku rindu marahnya, aku rindu tangisnya..
Aku masih percaya diri meyakini bahwa tak akan bisa lama jauh dari ku, tapi nyatanya ia tak kembali, bahkan saat aku mencarinya, Ia tau aku menunggunya dan dia tak datang..
Celakanya aku ga terima, aku lupa pernah berdoa minta dijauhkan kalau Tuhan mau, aku lupa andil Tuhan ku atas itu.. Iya, manusia memang begitu, tidak sadar doanya sudah dijawab kalau itu belum menurut kehendaknya.. Manusia suka seenaknya sama Tuhan nya.. Dan aku termasuk ke dalam manusia yg seperti itu..


Saat itu yang tak ku terima Tuhan hanya menjawab kalimat awal doaku, Tuhan belum berkenan menghilangkan perasaan Ku untuk dia.. Mungkin memang itu tugas ku sendiri karna perasaan ini tumbuh juga murni karna aku sendiri..


Mengakhiri yg seharusnya diakhiri..
Waktu mengetik kalimat terakhir di postingan sebelum ini aku masih belum yakin sepenuhnya kalau ini memang sudah berakhir dan memang harus diakhiri..
Tapi setelah semua yang terjadi dalam 2 hari terakhir, aku dipaksa untuk bisa meyakini itu semua…
Dia yang *pastinya* dengan sengaja membawa sesuatu yg teramat memukulku di ruang yg bisa dilihat senua orang..
Sakit??
Seberapapun seringnya aku bilang ini sakit, aku tulis, aku ceritakan bagaimana sakitnya juga tak akan cukup mewakili sakitnya di sini, di bilik-bilik jantungku..
Rasanya oksigen yg ku butuhkan untuk tetap hidup pun ikut menyebar dgn ganas menyesakkan rongga itu..
Seketika aku merasa enggan bernafas, tapi sayangnya itu tak bisa ku atur sendiri..
Dia tak bisa berhenti begitu saja atas perintah otak maupun hati..
Aku bisa aja merusaknya sendiri, bahkan sudah hampir ku lakukan..
Tapi sisa-sisa akal sehatku menyelamatkan ku dari kebodohan, dan aku berhasil bertahan dengan raungan, isakan, dan sisa kenangan..
Iya Ini berakhir..
Iya ini menyakitkan…
Iya, Ini perih…


Untungnya aku punya saudara, teman yg hebat yg bisa menahan kebodohan ku, menarikku dari keterpurukan.. Aku tidak bertahan lama meratapi takdir ku..
Aku kembali membangunkan ego ku, demi menyelamatkan hati ku..
Aku berpikir lagi, ga ada yg bisa menjamin kalau di sana dia juga seperti ku..
Mungkin memang dari awal ini sudah dirancang seperti ini dan aku lah bagian dari permainannya..
Atau memang di awal aku bidadarinya dan di tengah jalan tibatiba dia jengah dengan ku dan dia merancang ini semua..
Ahh, ak tidak mau mendahului Tuhan tapi memang tidak ada yg bisa menjamin kan saat itu dia tidak mempermainkan Ku..
Yang ku liat dan yg sengaja ia perlihatkan adalah di sana, di sampingnya sudah ada seseorang yang menggantikan ku

  
Aku memutuskan untuk tetap terlihat baik-baik saja, aku tidak mau membuat mereka saudaraku temantemanku orangtua tersayangku repot karena kebodohan buatan ku..
Dan disini aku sekarang, walaupun dgn batin yg sedang berdarah aku masih berusaha bisa tegar..
Aku mencoba berdamai dengan hati untuk bisa melepaskan yg tak tergenggam..
Karena memang seperti itu seharusnya, seorang Hamba senang atau tidak, mau atau tidak harus bisa ikhlas atas kehendak Tuhan untuk hidupnya..





Dear You..

*Terimakasih untuk manis yang kamu beri dan indah yang kamu bagi.. Tak pernah ku sesali..

*Janji Mu waktu itu yg ku pegang, yang membuatku larut dan akhirnya menjadi pembangkang..

*Saat kamu menceritakan bahwa semua sudah kacau, jika ada yg harus disalahkan saat itu adalah kamu, tp itu tak ku lakukan, dan aku memilih memohon agar kamu bisa ikut bertahan..

*Diam mu saat itu memang menyakitkan ku tapi setidaknya aku tak pernah menyalahkan mu atas itu.. Aku tak pernah merasa tersakiti oleh Mu..

*TAPI KENAPA TIBA-TIBA KAMU MUNCUL DENGAN SESUATU YANG KAMU TAU PASTI ITU MENYAKITKAN KU.. AKU TAU ITU KAMU, ITU TANGAN MU, BENTUK KUKU MU PAKAIAN MU DAN BUKAN AKU YANG DISITU..

MANA JANJI MU??!! DIMANA HATI MU??!! KEMANA PERASAAN MU???!!!!

*Kecuali memang saat itu kau jengah dengan ku dan merancang ini semua seperti ini, dan aku adalah bagian dari permainan mu..

*Terimakasih teruntuk kamu, jika bukan sakit macam ini yang ku rasa maka aku akan terus menjadi sok bijak sok pintar dan sok kuat.. Terimakasih ini kau beri karna ini yang membuat Ku setidaknya berusaha lebih kuat agar bisa terlihat baik-baik saja..

Semoga esok mu, esok ku lebih baik..

10 Sep 2011

ini sepi, dan semoga bukan benci

Iya benar! Berakhir sudah..
Ini sepi, tapi semoga bukan benci..


Aku samasekali tidak ingin ikut andil  atas perpisahan ini..
Biar kamu sendiri, dan aku hanya bisa bereaksi.. 



dan akhirnya pilihan tetaplah sebuah keputusan.
Sesakit sakitnya, biarlah ini menjadi nyata.


Mengakhiri semua yg semestinya diakhiri. #bye

9 Sep 2011

late news..

Pagiiiiiiii...
udah jumat aja yah tp tanggal gajian nya masih lama oohh..
ini,, mau cerita ajah..
Kalung yg ilang yg diceritain kemaren udah dapet doongg..
dapetnya sebelum lebaran.. *asli telat ini ceritanya*
neng seneng seneng..
dan menurut teori suka suka ku yah itu kalung sebenernya ga ilang..
dia adalah kalung yg tertukar diculik dan dicampakkan begitu saja..

ok, kali ini cuma mau cerita itu..
dadadaaahhhhh....

6 Sep 2011

selasa...

hari ini hari selasa dan hiweight skirt kesayangan kekecilan ga bisa dipake lagi yesss..

yak,, males melanda..
iya iya Aku emang banyak malesnya mah ya sekarang,
semoga LPJKD Kalsel ga terlalu banyak dirugikan karna ini..
Ok Skip..

di depan monitor bingung mo ngapain selain browsing resep download lagu gratisan (kecuali lagunya sheilaon7) trus blogwalking..
Kerjaan, ada sih sebenernya tp bukan kerjaan yg ada deadline nya..
kalo udah gini berasa ya deadline itu sebenernya memacu semangat kerja dan produktifitas kita..

Liatliat blog, karena baru paling itungannya belasan postingan lah nyadar sendiri jadinya postingan ku kok isinya kalo ga galau galauan, mewek mewekan ga jauh deh dari cincahcincahan..
Kan katanya kepribadian kita bisa diliat dr apa yg kita tulis yah, tp kalo pake teori itu kesannya kok malah aku ini melow banget orangnya, padahal honestly not at all loh..
Ga enak banget rasanya kalo sehariii aja gak ketawa..
Kalo lg sedih trus susah ketawa tuh ya malah belabelain cari bahan yg bisa diketawain..
*etapi sekarang nulis juga bkn pas lagi sedih loh, pengennya ngomong sih sebenernya tp ga ada yg diajak ngobrol ya udah deh ditulis aja* #ngenes

Hmmm baru ngeh juga ternyata memang akunya aja yg lebih doyan ceritacerita di blog kalo pas lagi sedih doang.. *maafkan aku wahai blogku*

Iya, emang gitu kalo lagi sedih tuh ya cuma 2 hal yg enak dikerjain. Nangis, dan nulis..
Ya bisa lega aja kalo udah gitu..
Kalo lagi sedih juga mikirnya agak lancar, trus aku emang orangnya lebih seneng sharing yg nyenengin sama sahabat sodara sama orng tua..
Kalo sedih tuh maunya gausah aja ada yg tau..
Jadi ya gini, bikin blog niatnya mau belajar nulis malah jd mirip diary sampah yg lembab olah air mata.. *ceileeee

kalo diliat dari postingannya mah mungkin ga ada yg nyangka kalo justru aku taunya blog itu dari makhluk makhluk absurd kayak kemoceng ini..
Pengen deh bisa bikin kreatif blog kayak punya dia, yg isinya bermutu, lucu dan menghibur, tp mungkin nanti kali yaa, sekarang bakatnya blm ada, *padahal mah emang gak ada*

Yaudah deh, gak papa yah sekarang blognya buat tempat curhat kalo lagi nyesek, tempat sampah kalo lagi ada ide, biar sekalian bisa jd memory juga..
Nanti nanti jd bisa inget kalo aku pernah apa pas kapan sama  siapa :)

5 Sep 2011

Hujan kali ini, Aku Benci

Hujan ini hanya milik Ku..

atau mungkin cuma punya Mu..

Bukan lagi Milik Kita..

Tak lagi untuk Kita..



dan Hujan kali ini, Aku Benci..