Urusan berpuisi, kamulah juaranya.
Tetapi, untuk menuliskan cerita kita, dalam rangkaian kata paling sederhana,selalu kucoba.
Cinta, suatu hari nanti, seperti yang kau janjikan;entah pada penantian , atau dengan kedatangan- kita akan bertemu dengan jarak yang terlipat dalam satu genggaman tangan.
Lalu menikmati senja di bawah langit yang sama, dua cangkir kopi dengan aroma berbeda,
Dan kita duduk berdua tanpa bicara, menulis bersama di beranda.
Ah, mas!
Lekas tuntuaskan rindu ini dengan kisah cinta paling bahagia.
Banjarmasin, Oktober 2012
-annisayus-
( ditulis untuk dan diedit oleh Tody Pramantha )
